Hubungan Pemberian PMT Dengan Perubahan Status Gizi Pada Balita Berat Badan Tidak Naik Di Puskesmas Cepogo
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.1009Keywords:
PMT, Status Gizi, Balita, Berat Badan Tidak NaikAbstract
Latar Belakang. Pemberian PMT dan perubahan status gizi pada balita dengan BB tidak naik, agar diperoleh bukti ilmiah yang dapat menjadi dasar intervensi program gizi di masyarakat. Data di Puskesmas Cepogo menunjukkan bahwa selama tahun 2025 terdapat 30 balita dengan BB tidak naik yang mendapatkan PMT selama 14 hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemberian PMT dengan perubahan status gizi pada balita berat badan tidak naik di Puskesmas Cepogo. Metode penelitian ini kuantitatif dengan survai analitik, Desain penelitian yang digunakan adalah case-control study data diambil dengan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita berat badan kurang di Puskesmas Cepogo pada bulan Januari sampai Desember 2025 sejumlah 872 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah balita berat badan tidak naik pada tahun 2025 yang mendapatkan PMT sejumlah 30 ditambah 30 balita berat badan tidak naik yang tidak mendapatkan PMT. Checklist dalam penelitian ini digunakan untuk memuat data tentang kedua variabel penelitian yaitu data pemerian PMT dan status gizi dengan menggunakan data sekunder. Analisis data dengan chi square. Hasil penelitian. Status gizi pada balita berat badan tidak naik di Puskesmas Cepogo mayoritas tetap yaitu 44 responden (73,3%). Responden yang dalam kategori naik yaitu 16 responden (26,7%). Ada hubungan pemberian PMT dengan perubahan status gizi pada balita berat badan tidak naik di Puskesmas Cepogo (nilai p-value 0,039). Simpulan. Ada hubungan pemberian PMT dengan perubahan status gizi pada balita berat badan tidak naik di Puskesmas Cepogo. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan ibu untuk memperhatikan nutrisi anak dan status gizi balita agar terhindar dari gizi kurang.


