Komunikasi SBAR dengan Komunikasi Efektif Handover di Instalasi Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1040Keywords:
Komunikasi SBAR, Komunikasi Efektif Handover, Perawat, Instalasi Rawat InapAbstract
Komunikasi efektif dalam pelaksanaan handover berperan penting dalam memastikan informasi pasien tersampaikan secara tepat dan sistematis. Komunikasi Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) merupakan metode komunikasi terstruktur yang dapat digunakan untuk mendukung penyampaian informasi pasien secara sistematis, jelas, dan terarah selama pergantian shift. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi SBAR dengan komunikasi efektif handover di Instalasi Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 70 perawat yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling secara proporsional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner komunikasi SBAR dan komunikasi efektif handover. Penelitian ini menggunakan analisis bivariat yaitu uji Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antara komunikasi SBAR dengan komunikasi efektif handover. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,210 dengan nilai signifikansi sebesar 0,081. Berdasarkan hasil tersebut, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi SBAR dengan komunikasi efektif handover pada perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul. Hubungan yang diperoleh menunjukkan arah positif dengan kekuatan korelasi yang lemah. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dalam mempertahankan penerapan komunikasi SBAR dan komunikasi efektif handover melalui pemantauan serta penguatan pelaksanaan komunikasi terstruktur dalam pelayanan keperawatan.


