Hubungan Ketahanan Pangan Rumah Tangga dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Puskesmas Nglipar 1
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.518Keywords:
Ketahanan Pangan, Stunting, BalitaAbstract
Latar belakang: Kejadian stunting merupakan masalah kesehatan pada balita. Stunting adalah suatu kondisi anak – anak di bawah usia 5 tahun yang menderita kurangnya penyerapan gizi dalam jangka panjang, sehingga anak – anak mengalami gangguan pertumbuhan, yang berarti mereka lebih pendek dari standar usianya. Kejadian stunting ini disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam asupan gizi dan berbagai masalah kesehatan lain pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ketahanan pangan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Nglipar 1. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari ibu yang memiliki balita di wilayah Puskesmas Nglipar 1. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner United States Household Food Security Survey Module (US- HFSSM) selama 12 bulan terakhir untuk mengukur ketahanan pangan rumah tangga. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu ibu/pengasuh balita bersedia menjadi responden dengan menandatangani lembar persetujuan. Hasil: Ketahanan pangan rumah tangga di wilayah Puskesmas Nglipar 1 sebagian besar dalam kategori tahan pangan yaitu sebesar 52,50%. Status gizi balita sebagian besar adalah normal yaitu sebesar 87,50%. Kesimpulan: Hasil penelitian menggunakan uji Fisher Exact Test diperoleh p value sebesar 0,018 (p value kurang dari 0,05), menunjukan bahwa terdapat hubungan ketahanan pangan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Nglipar 1.


