Hubungan Dukungan Suami Dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Tempel II Sleman Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.560Keywords:
Dukungan Suami, ASI Eksklusif, KeberhasilanAbstract
Cakupan ASI eksklusif yang diberikan kepada bayi di bawah usia enam bulan meningkat hingga 44% di seluruh dunia. Angka tersebut di Asia tenggara serupa dengan angka global yaitu 45% sedangkan di Indonesia pada tahun 2022, angka tersebut menurun dari 69,7% di tahun 2021 menjadi 67,96%. Penurunan cakupan ASI eksklusif berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal, menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius dan perlu mendapat perhatian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia kurang lebih 6-12 bulan di wilayah kerja puskesmas Tempel II Sleman Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik, pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini 150 orang diambil sampel sebanyak 60 responden. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling menggunakan analisis bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil penelitian diperoleh mayoritas dukungan suami pada pemberian ASI eksklusif berada pada kategori suportif sebanyak 47 responden (85,5%). Angka pemberian ASI pada kategori ASI eksklusif sebanyak 36 responden (60,0%). Distribusi frekuensi dukungan suami dan ASI eksklusif sebanyak 21 responden (77,8%). Frekuensi suami yang tidak mendukung dan tidak diberikan ASI eksklusif sebanyak 12 responden (20,0%), hasil analisa data bivariat diperoleh p-value 0.037. Simpulan diperoleh bahwa ada hubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif. Saran bagi tenaga kesehatan yaitu meningkatkan edukasi dan keterlibatan suami dalam program pemberian ASI eksklusif melalui konseling keluarga dan promosi kesehatan.


