Gambaran Karakteristik Ibu Hamil Tentang Kekurangan Energi Kronik (KEK) Di Puskesmas Depok 1 Kabupaten Sleman Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.637Keywords:
KEK, Ibu Hamil, GiziAbstract
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. KEK ditandai dengan lingkar lengan atas (LiLA) <23,5 cm, dan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi kehamilan, termasuk bayi berat lahir rendah (BBLR). Berbagai faktor seperti usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, paritas, dan budaya memengaruhi tingkat pengetahuan ibu hamil dalam mencegah KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan ibu hamil tentang KEK di wilayah kerja Puskesmas Depok I Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling terhadap ibu hamil yang terdaftar di Puskesmas Depok I. Variabel yang dikaji mencakup usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, paritas, dan budaya sebagai variabel karakteristik responden, serta tingkat pengetahuan ibu tentang KEK sebagai variabel utama. Mayoritas responden (72%) berada pada usia sehat reproduktif (20–35 tahun), namun belum sepenuhnya memiliki pengetahuan yang baik. Meskipun sebagian besar responden (54%) memiliki pendidikan tinggi, sebanyak 36% di antaranya memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Secara keseluruhan, 56% ibu hamil tergolong memiliki pengetahuan kurang, 14% cukup, dan hanya 30% yang memiliki pengetahuan baik. Faktor ekonomi dan pekerjaan tidak secara langsung berkorelasi dengan tingkat pengetahuan, begitu pula dengan paritas. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang KEK di wilayah kerja Puskesmas Depok I masih tergolong rendah, meskipun sebagian besar responden memiliki karakteristik yang mendukung untuk peningkatan pengetahuan. Diperlukan upaya edukatif yang lebih intensif dan tepat sasaran dalam memberikan informasi gizi kepada ibu hamil guna mencegah terjadinya KEK. Upaya ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti penyuluhan rutin di posyandu, kelas ibu hamil dengan materi gizi seimbang, kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi yang mudah diakses. Dengan pendekatan yang beragam dan sesuai kebutuhan, diharapkan ibu hamil memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya asupan gizi selama kehamilan untuk mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.


