Gambaran Penanganan Hipotensi Pasca Spinal Anestesi Pada Pasien Sectio Caesarea Di RSUD Ciamis
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.645Keywords:
Hipotensi, Loading Cairan, Sectio Caesarea, Spinal Anestesi, VassopressoAbstract
Hipotensi pasca anestesi spinal merupakan komplikasi yang paling sering muncul, terutama pada tindakan obstetri. Penanganannya dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan hipotensi pasca anestesi spinal pada pasien Sectio Caesarea di RSUD Ciamis. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional dan melibatkan 29 responden melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 20–35 tahun (86,2%). Semua responden (100%) mendapatkan penyuntikan di daerah L3–L4 serta menggunakan agen anestesi spinal berupa Bupivacain. Setelah pemberian anestesi, sebagian besar pasien diposisikan supine (96,6%). Hipotensi paling sering terjadi pada menit ke-3 pasca anestesi spinal (72,4%), diikuti menit ke-10 (17,2%) dan menit ke-5 (10,3%). Penatalaksanaan terbanyak dilakukan dengan kombinasi loading cairan dan vasopressor (58,6%), sedangkan penanganan hanya dengan loading cairan sebesar 24,1%. Adapun strategi lain seperti elevasi kaki dilakukan pada 10,3% pasien, dan kombinasi loading cairan dengan elevasi kaki pada 6,9%.


