Pengaruh Kompres Hangat Jahe Merah Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di Klinik Etama Kota Batam Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.655Keywords:
Kompres Hangat, Jahe Merah, Dismenore, Remaja PutriAbstract
Latar Belakang: Tingginya kejadian nyeri dismenore pada remaja putri, yang sering mengganggu aktivitas mereka. Banyak remaja kurang mengetahui penanganan non-farmakologis yang aman dan efektif. Kompres hangat jahe merah diketahui memiliki efek meredakan nyeri karena sifat antiinflamasi dan antioksidan. Klinik Etama Kota Batam dipilih karena sering menjadi tempat keluhan dismenore yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kompres hangat jahe merah terhadap penurunan nyeri dismenore. Metode: Metode penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan penelitian one group pra-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 30 remaja putri dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variabel bebas adalah kompres hangat jahe merah dengan metode pemberian rasa hangat jahe merah menggunakan washlap di rendam ke wadah yang berisi air hangat jahe merah yang diletakkan pada perut bagian bawah selama 20 menit (2 kali dalam 10 menit untuk pengulangan kompres) melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) yang menerapkan suhu dan durasi tertentu. Variabel terikat adalah penilaian langsung dengan Numeric Rating Scale (NRS) atau skala Penilaian Numerik dengan skala intensitas nyeri 0-10. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed rank text. Hasil: Sebelum dilakukan intervensi, mayoritas responden mengalami nyeri sedang hingga berat. Setelah diberikan kompres hangat jahe merah, terdapat penurunan skala nyeri yang signifikan. Hasil uji Wilcoxon signed rank text menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti kompres hangat jahe merah berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri dismenore. Kesimpulan: Kompres hangat jahe merah efektif dalam menurunkan nyeri dismenore pada remaja putri. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif penanganan non-farmakologis yang sederhana, aman, dan dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan maupun secara mandiri oleh remaja putri.


