Efektifitas Daun Kelor Untuk Meningkatkan Jumlah ASI Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas Pekauman Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.663Keywords:
Produksi ASI, Ibu Menyusui, Galaktogog, Daun KelorAbstract
Latar Belakang: Produksi pada Air Susu Ibu (ASI) yaitu bagian faktor penting pada pertumbuhan dan perkembangan bayi, terutama pada enam bulan pertama kehidupan. Namun, masih banyak ibu menyusui yang mengalami kendala dalam produksi ASI sehingga memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan daun kelor (Moringa oleifera) yang mengandung fitosterol, flavonoid, serta berbagai zat gizi yang berperan sebagai galaktogog alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi yaitu seluruh ibu menyusui yang berkunjung ke Puskesmas Pekauman Banjarmasin, dengan jumlah sampel sebanyak dari 8 responden yang dipilih maka dengan penggunaan teknik purposive sampling. Intervensi berupa konsumsi daun kelor segar sebanyak 250 gram/hari dalam bentuk sayur rebus selama 3 hari. Instrumen penelitian ini menggunakan meliputi lembar observasi produksi ASI. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata produksi ASI sebelum diberikan intervensi yaitu 1,13%, sedangkan setelah diberikan intervensi berupa konsumsi daun kelor selama tiga hari meningkat menjadi 90,00%. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi p = 0,005 (p< 0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara produksi ASI sebelum dan sesudah pemberian daun kelor. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pemberian daun kelor efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun kelor dapat menjadi alternatif galaktogog alami yang murah, mudah diakses, dan aman digunakan, sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan cakupan ASI eksklusif serta mendukung kesehatan ibu dan bayi.


