Hubungan Aktivitas Bermain Dengan Perilaku Agresif Pada Anak Usia Sekolah Kelas IV Dan V Di SDN 2 Petuk Katimpun Palanga Raya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.669Keywords:
Aktivitas Bermain, Perilaku Agresif, Anak Usia SekolahAbstract
Latar Belakang: Anak usia sekolah dasar (6–12 tahun) berada dalam tahap perkembangan fisik, kognitif, dan sosial. Aktivitas bermain merupakan bagian penting dalam kehidupan anak, namun jika aktivitas bermain yang tidak terarah dapat memicu perilaku agresif seperti memukul, mencubit, atau berkata kasar. Perilaku ini berdampak negatif pada perkembangan sosial dan akademik anak. Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas bermain dengan perilaku agresif pada anak kelas IV dan V di SDN 2 Petuk Katimpun Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV dan V, dengan jumlah sampel sebanyak 54 siswa menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner aktivitas bermain dan perilaku agresif yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara aktivitas bermain dengan perilaku agresif pada anak usia sekolah (p = 0,003 < α = 0,05), dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,401. Hal ini menunjukkan hubungan yang cukup kuat dan bersifat positif, artinya semakin tinggi aktivitas bermain, semakin tinggi pula perilaku agresif anak. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif antara aktivitas bermain dan perilaku agresif pada anak usia sekolah. Diperlukan pengawasan serta pengarahan dari guru dan orang tua agar aktivitas bermain anak tetap positif dan tidak memicu agresivitas.


