Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil TentangPemanfaatan Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal dalam Upaya Reduksi Nyeri Persalinan di Daerah Aliran Sungai Kahayan
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.679Keywords:
Bahan Alam, Kearifan Lokal, Nyeri Persalinan, DASAbstract
Latar Belakang : Persalinan merupakan proses fisiologis yang sering disertai dengan nyeri intens akibat kontraksi dan tekanan pada panggul. Pengelolaan nyeri yang tidak tepat dapat memengaruhi kondisi ibu, bahkan menghambat proses kelahiran. Penggunaan bahan alam berbasis kearifan lokal menjadi salah satu alternatif nonfarmakologis yang telah lama dipraktikkan masyarakat. Meskipun pemanfaatan bahan alami telah menjadi bagian dari praktik budaya, tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap manfaat dan cara penggunaannya sering kali masih bervariasi. Faktor pendidikan, akses informasi, dan kepercayaan terhadap pengobatan modern memengaruhi sejauh mana ibu hamil mampu memanfaatkan bahan alam dengan tepat dan aman. Masyarakat Dayak memanfaatkan tanaman obat untuk berbagai kebutuhan kesehatan. Lebih dari 100 jenis tumbuhan obat yang digunakan secara turun-temurun, tanaman seperti jahe dan kunyit merupakan kelompok tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan untuk menjaga stamina ibu hamil, memperlancar sirkulasi darah, serta membantu proses persalinan. Tujuan : Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pemanfaatan bahan alami berbasis kearifan lokal dalam upaya reduksi nyeri persalinan di wilayah DAS Kahayan. Metode : Desain penelitian dengan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif analitik, Jumlah sampel sebanyak 35 orang ibu hamil menggunakan accidental sampling, analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : nilai χ² = 11,276 dengan p = 0,024 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pemanfaatan bahan alami berbasis kearifan lokal sebagai upaya reduksi nyeri persalinan. Simpulan : Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi kebidanan berbasis budaya lokal guna mendukung pelayanan persalinan yang aman, efektif, dan kontekstual di masyarakat Kalimantan Tengah.


