Efektivitas Konsumsi Infusa Bunga Telang Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kertak Hanyar
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.681Keywords:
Infusa Bunga Telang, Tekanan Darah, Lansia HipertensiAbstract
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan komplikasi serius. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tahun 2024, terdapat 273 lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kertak Hanyar. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah infusa bunga telang (Clitoria ternatea) yang mengandung flavonoid, antosianin, dan saponin dengan efek antihipertensi. Tujuan: Mengetahui efektivitas konsumsi infusa bunga telang terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kertak Hanyar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 10 orang lansia hipertensi yang diberikan intervensi berupa 3 kuntum bunga telang (Clitoria ternatea) yang diseduh dalam 250 ml air hangat dan dikonsumsi setiap hari selama 7 hari. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Sebelum intervensi, 9 responden (90%) berada pada kategori hipertensi tingkat II (≥160 mmHg/≥100 mmHg) dan 1 orang (10%) pada hipertensi tingkat I (140–159 mmHg/90–99 mmHg). Setelah intervensi, 7 orang (70%) berpindah ke pra-hipertensi (120–139 mmHg/80–89 mmHg), dan 3 orang (30%) berada di hipertensi tingkat I (140–159 mmHg/90–99 mmHg). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,004 (p<0,05), yang berarti terdapat penurunan tekanan darah yang signifikan. Kesimpulan: Infusa bunga telang efektif menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Intervensi ini dapat menjadi bahan edukasi bagi puskesmas serta dijadikan sebagai terapi pelengkap non-farmakologis yang aman, alami, dan mudah diterapkan di masyarakat.


