Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Kayon Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.683Keywords:
Aktivitas Fisik, Tekanan Darah, HipertensiAbstract
Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang sering disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya sering tidak disadari, namun dapat menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dalam penanganan hipertensi adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang teratur terbukti membantu menurunkan tekanan darah melalui peningkatan elastisitas pembuluh darah dan efisiensi kerja jantung. Namun, masih banyak penderita hipertensi yang belum menerapkan pola hidup aktif, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya. Contoh aktivitas yaitu, aktivitas fisik di waktu luang, aktivitas donastik dan berkebun, aktivitas fisik terkait kerja, aktivitas fisik terkait transportasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Kayon Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel sebanyak 53 orang penderita hipertensi dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang dan tekanan darah pada kategori hipertensi derajat 1. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai signifikansi p = 0,003 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tekanan darah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Kayon Palangka Raya. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya promosi kesehatan terkait aktivitas fisik untuk mengendalikan tekanan darah secara non-farmakologis.


