Hubungan Stres dengan Kualitas Hidup pada Pasien Diabetes Militus di Puskesmas Bukit Hindu Palangkaraya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.685Keywords:
Diabetes Melitus, Kualitas Hidup, StresAbstract
Diabetes melitus merupakan penyakit jangka panjang yang ditandai dengan terjadinya gangguan metabolik akibat meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Fenomena yang didapatkan di Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya bahwa penderita Diabetes Melitus sering mengeluh gejala-gejala stres seperti cemas, depresi serta kelelahan sehingga mempengaruhi status kesehatannya. Kualitas hidup pasien Diabetes mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Stres Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya. Metode Penelitian ini adalah kolerasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan uji statistik Spearmen Rank. Teknik sampling menggunakan Consecutive Sampling di Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya. Sampel dalam penelitian berjumlah 58 orang. Spearmen Rank untuk mengetahui Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Di Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya. Berdasarkan hasil tabel diatas, hasil uji menggunakan Spearmen Rank diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,438 dengan p-value < 0,001. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat stres dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus, dengan arah hubungan negatif. Artinya, semakin tinggi tingkat stres yang dialami pasien, maka semakin rendah kualitas hidup yang dirasakan dan begitu juga sebaliknya. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara tingkat stres dan kualitas hidup seseorang. Adanya hubungan stres dengan kualitas hidup pada pasien di Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya.


