Hubungan Self Control Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di UPTD Puskesmas Menteng Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.690Keywords:
Diabetes Melitus, Kadar Gula Darah, Self ControlAbstract
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai oleh tingginya kadar glukosa darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Di UPTD Puskesmas Menteng Palangka Raya, jumlah kasus diabetes melitus cukup tinggi, yaitu 1.024 kasus pada tahun 2024, dan mencapai 179 kasus hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2025. Banyak pasien mengeluhkan kesulitan dalam mengelola penyakit ini, khususnya dalam hal pengendalian diri atau self control. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self control dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 61 pasien diabetes melitus yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki kemampuan self control yang rendah, sehingga kadar gula darah mereka cenderung tidak terkontrol. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self control dan kadar gula darah dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pasien dengan self control yang baik lebih mampu menjaga kadar gula darah dalam batas normal. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara self control dengan kondisi gula darah, di mana pasien yang mampu mengatur diri secara konsisten lebih mampu menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal atau terkontrol.


