Pengaruh Pemberian Bubur Tempe dan Madu dalam Penanganan Diare pada Balita
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.710Keywords:
Diare, Balita, Bubur Tempe, Madu, Studi KasusAbstract
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada balita yang dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan pertumbuhan jika tidak ditangani dengan tepat. Upaya penanganan non-farmakologis melalui bahan makanan tradisional seperti bubur tempe dan madu dinilai bermanfaat karena kandungan nutrisi serta sifat probiotiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bubur tempe dan madu dalam penanganan diare pada balita di Puskesmas Nanga Pinoh tahun 2025. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pemilihan sampel secara purposive sebanyak 6 balita yang mengalami diare tanpa dehidrasi, dengan pembagian tiga balita menerima terapi bubur tempe dan tiga balita menerima terapi madu selama tiga hari. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi frekuensi dan konsistensi feses sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang mendapatkan bubur tempe mengalami penurunan frekuensi diare dari 4–5 kali/hari menjadi 0–1 kali/hari, sedangkan balita yang menerima madu mengalami penurunan dari 5–6 kali/hari menjadi 2–4 kali/hari. Kedua intervensi terbukti efektif dalam mengurangi diare pada balita, namun pemberian bubur tempe menunjukkan efektivitas lebih tinggi dibanding madu. Penelitian ini menunjukkan bahwa bubur tempe dapat digunakan sebagai alternatif terapi pendukung dalam penanganan diare pada balita.


