Dampak Motivasi Terhadap Implementasi Skrining Awal Kanker Serviks
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.717Keywords:
Motivasi, Skrining, Kanker ServiksAbstract
Kanker serviks merupakan kanker keempat yang paling umum yang disebabkan oleh infeksi terus-menerus oleh human papillomavirus (HPV). Infeksi HPV jika tidak diobati, menyebabkan 95% kanker serviks. Kanker serviks dapat disembuhkan jika didiagnosis pada stadium dini dan diobati dengan segera. Deteksi dini melalui skrining kanker serviks sangat penting untuk manajemen yang efektif dan merupakan salah satu upaya untuk menghambat berkembangnya lesi prakanker menjadi kanker serviks. Kesadaran wanita melakukan deteksi dini dapat ditingkatkan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan. Pemberian edukasi kesehatan dapat meningkatkan motivasi seseorang. Tujuan penelitian : menggali lebih dalam mengenai dampak motivasi terhadap implementasi skrining awal kanker serviks. Metode : menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 45 orang diambil secara accidental sampling dan data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian : terdapat 55,6% memiliki motivasi rendah dalam melakukan skrining awal kanker serviks, 73,3 % menunjukkan tidak pernah melaksanakan skrining awal kanker serviks dan hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,005 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara motivasi dengan implementasi skrining awal kanker serviks. Odds Ratio sebesar 11,500 (OR > 1) menunjukkan bahwa responden dengan motivasi rendah memiliki peluang 11,5 kali lebih besar untuk tidak melakukan skrining awal kanker serviks dibandingkan dengan responden yang memiliki motivasi tinggi. Diharapkan petugas kesehatan dapat secara rutin memberikan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi, khususnya menekankan pentingnya pemeriksaan IVA.


