Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Rutinitas Kontrol Gula Darah di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.719Abstract
Prevalensi penderita Diabetes Mellitus di Jogja mencapai 4,9 jauh lebih tinggi dari tingkat nasional yang hanya 2,4 dan DIY yang mencapai 4,5. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ada peningkatan jumlah penderita dimana pada 2021 sebanyak 26.720 orang jadi 28.420 orang pada 2022. Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, namun dapat dikontrol. Oleh karena itu, dalam manajemen penyakit Diabetes Mellitus, selain dokter, perawat, ahli gizi, dan tenaga kesehatan lain, peran pasien dan dukungan keluarga menjadi sangat penting. Peran dukungan keluarga menjadi salah satu kunci keberhasilan pasien Diabetes Mellitus untuk mengendalikan kadar glukosa darah. Dukungan keluarga dapat mempengaruhi fungsi psikososial dan koping individu menghadapi suatu masalah. Kurangnya dukungan dari keluarga membuat koping menjadi negatif, sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi rutinitas kontrol penderita diabetes dalam melakukan rutinitas kontrol rutin. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada bulan juli tahun 2024, tercatat sebanyak 110 pasien rutin melakukan rutinitas kontrol gula darah. Hasil wawancara dengan perawat di poliklinik juga menunjukkan bahwa dukungan keluarga terhadap pasien Diabetes Mellitus sangat baik. Setiap pasien yang datang rutin kontrol umumnya didampingi oleh keluarganya, meskipun terdapat beberapa pasien ada yang datang sendiri. Tujuan Penelitian Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan rutinitas kontrol gula darah pada pasien diabetes mellitus di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan model penelitian deskriptif. Hasil penelitian mendapatkan Dukungan keluarga pada pasien diabetes mellitus di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sebagian besar dikategorikan dukungan keluarga baik yaitu 45 orang (84.9%), Rutinitas Kontrol pada pasien Diabetes Mellitus Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sebagian besar dikategorikan responden rutin terhadap kontrol gula darah yaitu 45 orang (84.9%). Dari hasil penelitian dapat dsimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan rutinitas kontrol P-value sebesar 0,798>0,05.


