Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Desa Kotajin Kabupaten Gorontalo Utara
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.733Keywords:
Hipertensi, Pola Makan, Aktivitas Fisik, LansiaAbstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hipertensi. Faktor gaya hidup merupakan salah satunya dan yang dapat dimodifikasi khususnya kebiasaan makan dan aktivitas fisik berperan besar dalam munculnya dan pengendalian hipertensi. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Kotajin Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia (lebih dari atau sama dengan 60 tahun) terdaftar d di Desa Kotajin Kecamatan Atinggola sebanyak 94 jiwa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yaitu sebanyak 94 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan nilai α kurang dari 0,05. Berdasarkan hasil analisa data di dapatkan bahwa terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia dengan nilai ρ sama dengan 0.000 (ρ kurang dari 0,05), dan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia dengan nilai ρ sama dengan 0.000 (ρ kurang dari 0,05). Rekomendasi penelitaian diharapkan petugas kesehatan dapat melakukan program pencegahan dan pengendalian hipertensi dengan membentuk posbindu PTM dan melakukan screening, monitoring dan evaluasi penyakit hipertensi.


