Gambaran Pola Pemberian Makan Yang Dikonsumsi Balita Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.737Keywords:
Balita, Pola Pemberian Makan, Status Gizi, StuntingAbstract
Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi kronis yang menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Salah satu faktor penyebab utama adalah pola pemberian makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Tujuan: Mengetahui gambaran pola pemberian makan yang dikonsumsi balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Pekauman. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel berjumlah 30 balita stunting usia 12–36 bulan menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (53%), berusia 24–35 bulan (37%), dan memiliki tinggi badan kategori pendek (60%). Sebesar (i57%) responden memiliki pola pemberian makan yang tidak tepat, sedangkan (43%) memiliki pola yang tepat. Pola pemeberian makan yang tidak tepat terutama disebabkan oleh durasi makan yang terlalu lama, jadwal makan anak yang tidak teratur, dan anak yang tidak menghabiskan porsi makannya. Simpulan: Sebagian besar balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Pekauman memiliki pola pemberian makan yang tidak sesuai. Edukasi gizi dan pendampingan intensif kepada orang tua diperlukan untuk memperbaiki pola makan balita guna mencegah dampak jangka panjang stunting


