Hubungan Self-Efficacy dan Kualitas Hidup Pasien dengan Kanker Nasofaring
Hubungan Self-Efficacy dan Kualitas Hidup Pasien dengan Kanker Nasofaring
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.742Keywords:
Kanker Nasofaring, Self-Efficacy, Kualitas Hidup, Nasopharyngeal Cancer, Quality of LifeAbstract
Abstrak
Pendahuluan Kanker nasofaring adalah keganasan yang menyerang bagian atas tenggorokan dan nasofaring, yang secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan antara self-efficacy dan kualitas hidup di antara pasien kanker nasofaring. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional dengan metode cross-sectional. Sampel terdiri dari 50 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner General Self-Efficacy Scale dan European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire C30. Hasil: Sebagian besar responden adalah lansia awal (36%), dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (80%), dan 44% berpendidikan SD. Mayoritas responden didiagnosis menderita kanker nasofaring (82%) selama 6-23 bulan. Nilai tertinggi dari dimensi kualitas hidup adalah skala fungsional, diikuti oleh status kesehatan global dan skala terendah adalah skala kejadian. Ditemukan hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan kualitas hidup, dengan nilai p-value 0,00, yang menunjukkan bahwa self-efficacy yang lebih tinggi berkorelasi dengan peningkatan kualitas hidup pada pasien kanker nasofaring. Kesimpulan: Studi ini menyimpulkan bahwa meningkatkan self-efficacy pada pasien kanker nasofaring dapat meningkatkan kemampuan pasien untuk menyelesaikan pengobatan dan menghasilkan kualitas hidup yang baik.
Kata Kunci : Kanker Nasofaring, Self-Efficacy, Kualitas Hidup
Abstract
Introduction: Nasopharyngeal cancer is a cancer that invades the upper throat and nasopharynx and has a significant impact on the quality of life of patients. Objective: to explore the relationship between self-efficacy and quality of life in nasopharyngeal cancer patients. Methods: With a correlational research design and cross-sectional study, this study recruited 50 participants through purposive sampling. The data were collected using the General Self-Efficacy Scale and the European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire e C30. Results: The results were that most respondents were elderly (36%), male (80%), with 44% of the respondents having basic education. Most of them were diagnosed with nasopharyngeal cancer between 6-23 months ago (82%). The functional scale was the highest level of quality of life, followed by global health status and the lowest was the symptom scale. Quality of life is strongly correlated with self-efficacy with a p value of 0.00, meaning that the stronger the correlation with self-efficacy, the better the quality of life among nasopharyngeal cancer patients. Conclusion: This study discovers that nasopharyngeal cancer patients with high self-efficacy can improve the capacity to complete treatment and will result in a high quality of life.
Keyword : Nasopharyngeal Cancer, Self-Efficacy, Quality of Life


