Penerapan Terapi Mindfulness Pada Tn. A Dengan Gangguan Persepsi Sensori: Pendengaran Dan Penglihatan
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.749Keywords:
Mindfulness, Gangguan Persepsi Sensori, Halusinasi Pendengaran, Halusinasi Penglihatan, Keperawatan JiwaAbstract
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa berat yang ditandai oleh gangguan proses pikir, persepsi, emosi, dan perilaku yang dapat berdampak signifikan pada kemampuan individu dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan dalam asuhan keperawatan untuk membantu pasien mengontrol halusinasi adalah terapi mindfulness. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi mindfulness dalam menurunkan frekuensi dan intensitas halusinasi pada pasien gangguan persepsi sensori. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu pasien skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran dan penglihatan yang dirawat di Wisma Lyly 29 Soerojo Hospital Magelang. Intervensi mindfulness diberikan selama tiga hari berturut-turut, masing-masing dua kali sehari dengan durasi ±15–20 menit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi perilaku, dan dokumentasi keperawatan. Hasil: pasien menunjukan penurunan frekuensi dan intensitas halusinasi. Pasien merasa lebih tenang dan mampu mengontrol halusinasi, serta menunjukkan peningkatan fokus, kooperatif, dan orientasi terhadap lingkungan. Secara subjektif, pasien menyatakan merasa lebih tenang dan mampu mengontrol halusinasi dengan teknik yang telah diajarkan. Secara objektif, pasien tampak lebih fokus, kooperatif, mondar-mandir berkurang, serta orientasi terhadap lingkungan membaik. Kesimpulan: Terapi mindfulness efektif dalam membantu mengontrol halusinasi pendengaran dan penglihatan pada pasien skizofrenia. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer non-farmakologis dalam praktik keperawatan jiwa untuk mendukung pemulihan psikologis pasien.


