Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Utara Kota, Kota Palopo
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.750Keywords:
Anemia, Ibu Hamil, Faktor terkaitAbstract
Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2021 menunjukkan bahwa sekitar 1,62 miliar orang di seluruh dunia menderita anemia, yang meliputi sekitar 24,8% dari total populasi dunia. Anemia menjadi masalah yang sangat penting di kalangan ibu hamil, dengan Indonesia mencatat prevalensi anemia sebesar 37,1% pada kelompok ini (Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, 2022). Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kelahiran prematur dan meningkatnya angka kematian maternal (Goldenberg et al., 2020). Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Wara utara kota Kota, Palopo, dengan desain penelitian deskriptif cross-sectional yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 30 ibu hamil yang datang ke puskesmas, yang dipilih menggunakan metode Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% responden teridentifikasi sebagai anemia, dengan hubungan signifikan yang terjalin antara faktor-faktor demografis seperti tingkat pendidikan dan usia terhadap kejadian anemia (p-value < 0,05). Tingkat pendidikan yang rendah dikaitkan dengan prevalensi anemia yang lebih tinggi di kalangan ibu hamil dalam studi ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat faktor-faktor signifikan yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Wara Kota, yang menunjukkan perlunya intervensi terarah yang berfokus pada pendidikan dan nutrisi bagi kelompok ini.


