Perbedaan Keterampilan Pemeriksaan Payudara Sendiri Sebelum Dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Video
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.751Keywords:
Media Video, Pendidikan kesehatan, Remaja Putri, SADARIAbstract
Kesehatan reproduksi wanita penting dijaga sejak remaja untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker payudara yang merupakan penyebab kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia. Salah satu upaya deteksi dini yang efektif dan hemat biaya adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Namun, kurangnya informasi menyebabkan banyak remaja belum memiliki keterampilan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan SADARI sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media video pada remaja putri di SMP X Wilayah Denpasar. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan one group pretest- posttest design. Sampel berjumlah 53 siswi kelas VII dipilih secara cluster random sampling. Pendidikan kesehatan menggunakan video diberikan selama 7 menit 49 detik disertai bimbingan praktik dengan phantom dan latihan mandiri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan skor keterampilan SADARI dari nilai tengah 41,42 menjadi 80,66. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p 0,000 (p < 0,05) berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Media video efektif dalam meningkatkan keterampilan SADARI pada remaja putri. Remaja putri dapat menggunakan media video sebagai bahan pembelajaran dan rutin melakukan SADARI satu bulan sekali untuk mendeteksi dini kanker payudara


