Hubungan Tingkat Stres Akademik Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Universitas Katolik Musi Charitas Dan Upaya Promosi Kesehatan Untuk Pencegahannya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.769Keywords:
stres akademik, siklus menstruasi, mahasiswiAbstract
Akademik yang tinggi. Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak pada kesehatan reproduksi, salah satunya gangguan siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres akademik dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi Universitas Katolik Musi Charitas. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross- sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 mahasiswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres akademik diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan gangguan siklus menstruasi diidentifikasi melalui kuesioner riwayat menstruasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres akademik sedang (52,4%) dan stres tinggi (31,0%). Sebanyak 66,7% responden mengalami gangguan siklus menstruasi. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres akademik dengan gangguan siklus menstruasi (p= 0,004). Semakin tinggi tingkat stres akademik yang dialami mahasiswi, semakin besar risiko terjadinya gangguan siklus menstruasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stres akademik berhubungan secara signifikan dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi. Oleh karena itu, diperlukan upaya promosi kesehatan dan manajemen stres di lingkungan perguruan tinggi untuk menjaga kesehatan reproduksi mahasiswi.


