Pengaruh Self Healing Pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Di Rumah Sakit Avicenna Kabupaten Bireuen
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.771Keywords:
Ibu Bersalin, Intensitas Nyeri, Self HealingAbstract
Beberapa ibu hamil membayangkan dan menganggap bahwa persalinan menyebabkan rasa nyeri yang tidak tertahankan atau pengalaman yang menakutkan. Upaya mengurangi nyeri persalinan dapat dilakukan secara non farmakologi, salah satunya adalah self healing. Self-healing adalah metode pemberian afirmasi positif pada diri sendiri untuk mengendalikan amarah, emosi dan kecemasan saat berlangsungnya proses persalinan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self Healing pada ibu bersalin Kala I Fase Aktif terhadap Intensitas Nyeri Persalinan di Rumah Sakit Avicenna Bireuen. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan nonequivalent control group. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu bersalin kala I fase aktif yang mengalami nyeri persalinan sebanyak 40 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Hasil analisis menggunakan uji mann-whitney pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol didapatkan nilai nilai p-value sebesar 0,001 yang artinya terdapat pengaruh self healing terhadap nyeri persalinan di Ruang Bersalin Rumah Sakit Avicenna Bireuen. Diharapkan Self Healing dapat dilakukan sebagai salah satu metode untuk mengurangi intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif.


