Pengaruh Pemberian Sari Kurma Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri di SMPN 2 Laung Tuhup Satap
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.774Keywords:
Anemia, Hemoglobin, Remaja Putri, Sari Kurma, Intervensi GiziAbstract
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang cukup tinggi di
Indonesia dan dapat berdampak pada perkembangan fisik, konsentrasi belajar, serta kesehatan
reproduksi di masa mendatang. Salah satu alternatif intervensi yang potensial adalah pemberian
sari kurma, yang dikenal kaya akan zat besi, vitamin C, asam folat, dan vitamin B kompleks yang
berperan dalam pembentukan hemoglobin.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin
pada remaja putri yang mengalami anemia ringan di SMPN 2 Laung Tuhup Satap.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group
pretest-posttest. Melibatkan 14 responden yang dipilih melalui total sampling. Intervensi berupa
pemberian sari kurma sebanyak 2x15 ml per hari selama 12 hari. Kadar hemoglobin diukur
sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat digital Hb meter. Data dianalisis
menggunakan uji Paired t-test.
Hasil: Rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 10,28 g/dL dan meningkat menjadi
12,46 g/dL setelah intervensi. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang
berarti terdapat peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan setelah pemberian sari kurma.
Simpulan: Pemberian sari kurma secara teratur selama 12 hari berpengaruh signifikan terhadap
peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri dengan anemia ringan. Intervensi ini dapat
dijadikan sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan zat besi berbasis pangan lokal yang
aman dan mudah diterima.


