Pengaruh Pijat Terhadap Kualitas Tidur Pada Balita Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Gandapura Kabupaten Bireuen
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.776Keywords:
Balita Stunting, Pijat Balita, Kualitas TidurAbstract
Salah satu faktor dari balita stunting adalah kekurangan hormon pertumbuhan manusia (human growth hormone). Peningkatan hormon kortisol akan menghambat ekspresi gen yang akan menyebabkan pertumbuhan terhambat. Untuk mengetahui kadar kortisol dalam tubuh anak dapat dilihat dari kualitas tidurnya. Pijat balita merupakan salah satu intervensi stunting ke dalam tubuh yang diyakini sebagai stimulus sentuhan sehingga membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan balita serta menurunkan kadar hormon kortisol. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat terhadap kualitas tidur pada balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Gandapura. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan nonequivalent (pretest-posttest) with control group design. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai balita sebanyak 32 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling. Penelitian ini menggunakan kuisioner BISQ sebagai alat ukur kualitas tidur. Analisa data menggunakan Chi Square dan Uji Regresi Logistik. Hasil penelitian di dapatkan Ada pengaruh pijat terhadap kualitas tidur balita stunting (p=0,016<0,05). Tidak ada pengaruh melahirkan usia remaja (p=0,531), melahirkan usia tua (p=0,154), anemia kehamilan (p=0,798), tinggi badan ibu (p=0,531), IMT ibu (p=0,293), dan paritas (p=0,522) terhadap kualitas tidur balita stunting. Variabel yang paling mempengaruhi kualitas tidur balita stunting adalah pijat dan jarak antar kehamilan dengan angka peluang 18%. Diharapkan Pijat Bayi dapat dijadikan sebagai salah satu pencegahan dan penanganan balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Gandapura.


