Pengaruh Pemberian Sari Kurma Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 3 SATAP Batudaa Pantai
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.777Keywords:
Sari Kurma, Hemoglobin, Anemia, Remaja PutriAbstract
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang
berdampak pada kesehatan fisik, kogntif dan prestasi belajar. Salah satu upaya
nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar hemoglobin adalah
pemberian sari kurma yang kaya akan zat besi dan vitamin pendukung sel darah
merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kurma
terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMP Negeri 3 Satap
Batudaa Pantai. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan
rancangan non equivalent control group pretest-posttest. Sampel berjumlah 32 remaja
putri yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dipilih
berdasarkan kriteria inklusi. Kelompok intervensi diberikan sari kurma sebanyak 15
ml dua kali sehari selama 5 hari, sedangkan kelompok kontrol di berikan leaflet
tentang anemia pada remaja. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan
sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar
hemoglobin pada kelompok intervensi setelah pemberian sari kurma. Uji statistik
menunjukkan nilai p=0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan
pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri.
Dapat disimpulkan bahwa pemberian sari kurma berpengaruh signifikan terhadap
peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri. Sari kurma dapat digunakan sebagai
alternatif intervensi gizi alami dalam pencegahan dan penanggulangan anemia pada
remaja putri.


