Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Dan Imajinasi Terhadap Kecemasan Pada Anak Usia 6-12 Tahun Pra-Operasi di Rumah Sakit RSUD Arifin Achmad
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.824Keywords:
Teknik Relaksasi, Imajinasi, Pra OperasiAbstract
Anak usia 6–12 tahun yang akan menjalani tindakan operasi sering mengalami kecemasan pra-operasi akibat rasa takut terhadap nyeri, lingkungan rumah sakit yang asing, serta perpisahan dengan orang tua. Kecemasan yang tidak ditangani dapat menimbulkan dampak fisiologis dan psikologis yang berpotensi mengganggu proses anestesi dan pemulihan pasca-operasi. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah teknik relaksasi napas dalam dan imajinasi terpandu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam dan imajinasi terhadap tingkat kecemasan pada anak usia 6–12 tahun pra-operasi di RSUD Arifin Achmad.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimen tipe one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 anak usia 6–12 tahun yang menjalani operasi elektif, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Modified Yale Preoperative Anxiety Scale (mYPAS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample t-Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada anak setelah diberikan teknik relaksasi napas dalam dan imajinasi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan teknik relaksasi napas dalam dan imajinasi terhadap penurunan kecemasan anak pra-operasi.
Disimpulkan bahwa teknik relaksasi napas dalam dan imajinasi berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia 6–12 tahun pra-operasi di RSUD Arifin Achmad.


