Hubungan Pola Asuh Gizi Ibu Dengan Kejadian Risiko Stunting Pada Balita Usia 6–24 Bulan Di Uptd Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.848Keywords:
Balita Usia 6-24 Bulan, Pola Asuh Gizi, Risiko StuntingAbstract
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap kualitas tumbuh kembang anak dan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat. Salah satu faktor yang berperan dalam pencegahan stunting adalah pola asuh gizi ibu, terutama pada periode usia 6–24 bulan yang merupakan fase kritis pertumbuhan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh gizi ibu dengan kejadian risiko stunting pada balita usia 6–24 bulan di UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Metode: Kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 45 ibu yang memiliki balita usia 6–24 bulan, yang diambil menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Data pola asuh gizi ibu dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan data risiko stunting diperoleh melalui pengukuran panjang badan menurut umur berdasarkan standar WHO. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pola asuh gizi kategori baik berjumlah 26 (57,8%) responden dan mayoritas balita berada pada kategori pertumbuhan normal, yaitu berjumlah 32 (71,1%) responden. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh gizi ibu dengan kejadian risiko stunting pada balita usia 6–24 bulan (p = 0,003). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh gizi ibu dengan kejadian risiko stunting pada balita usia 6–24 bulan di UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi dan pendampingan kepada ibu terkait pola asuh gizi sebagai upaya pencegahan stunting.


