Analisis in silico aktivitas biologis, profil ADME dan toksisitas senyawa utama dari Ageratum conyzoides (Bandotan): studi pada Precocene I, Precocene II, dan β-caryophyllene
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.849Keywords:
Ageratum conyzoides, Precocene I, Precocene II, β-caryophyllene, in silico, Anti- inflamasi, ADMETAbstract
Ageratum conyzoides (Bandotan) secara tradisional digunakan sebagai obat anti-inflamasi, dan aktivitas ini dikaitkan dengan senyawa utamanya: Precocene I, Precocene II, dan β- caryophyllene. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi aktivitas biologis, profil farmakokinetik (ADME), dan toksisitas ketiga senyawa tersebut menggunakan pendekatan komputasi in silico. Prediksi dilakukan menggunakan PASS Online untuk aktivitas biologis, pkCSM untuk profil ADME, dan ProTox-II untuk toksisitas. Hasil prediksi menunjukkan bahwa Precocene II (Pa = 0,955) dan Precocene I (Pa = 0,948) memiliki probabilitas sangat tinggi sebagai HIF1A expression inhibitor, yang sangat relevan dengan mekanisme anti- inflamasi. Analisis farmakokinetik menunjukkan bahwa ketiga senyawa memiliki bioavailabilitas oral yang sangat baik (penyerapan usus > 95%) dan diprediksi tidak bersifat hepatotoksik. Meskipun semua senyawa berada di Kelas Toksisitas 4, β-caryophyllene menunjukkan margin keamanan akut oral terbaik dengan LD50 tertinggi (1680 mg/kg). Namun, Precocene II dan \beta-caryophyllene diprediksi sebagai inhibitor CYP1A2, mengindikasikan potensi interaksi obat. Disimpulkan bahwa Precocene I dan Precocene II adalah kandidat senyawa yang paling menjanjikan sebagai agen anti-inflamasi. Data in silico ini memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk melanjutkan penelitian in vitro dan in vivo guna memvalidasi aktivitas penargetan HIF-1α dan menentukan dosis terapeutik yang aman.


