Hubungan Kualitas Tidur Dengan Risiko Depresi Postpartum Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.854Keywords:
Depresi Postpartum, EPDS, Ibu Nifas, Kualitas Tidur, PSQIAbstract
Depresi postpartum merupakan masalah psikologis yang sering dialami ibu pada masa nifas dan dapat berdampak pada kesehatan ibu serta tumbuh kembang bayi. Salah satu faktor yang diyakini berkontribusi adalah kualitas tidur, selain perubahan hormonal, rasa nyeri setelah melahirkan, serta tanggung jawab dalam merawat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan risiko depresi postpartum pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan metode cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 ibu nifas 2 sampai 3 minggu postpartum yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan risiko depresi postpartum diukur menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kualitas tidur yang buruk dan hal tersebut berhubungan dengan meningkatnya risiko depresi postpartum (p kurang dari 0,05). Kualitas tidur yang buruk terbukti meningkatkan peluang terjadinya depresi postpartum.
Kata Kunci : Depresi postpartum, EPDS, ibu nifas, kualitas tidur, PSQI


