Implementasi Asuhan Keperawatan Pemberian Terapi Hypnobreastfeeding Dan Pijat Oksitosin Pada Pasien Post Sectio Caesarea Dengan Masalah Keperawatan Menyusui Tidak Efektif Di Bangsal Bougenville RSUD Tidar Magelang
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.866Keywords:
Pijat Oksitosin, Hypnobreastfeeding, Produksi ASI, Nyeri, Post Sectio CaesareaAbstract
Pasien post sectio caesarea sering mengalami hambatan awal dalam produksi ASI dan nyeri akut akibat trauma pembedahan, yang dapat memengaruhi keberhasilan menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penerapan pijat oksitosin dan hypnobreastfeeding dalam meningkatkan produksi ASI dan menurunkan intensitas nyeri. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif yang dilakukan di ruang Bougenville RSUD Tidar Magelang dengan melibatkan dua pasien post sectio caesarea hari pertama. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian keperawatan, observasi klinis, dan evaluasi SOAP berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan produksi ASI secara klinis dari tidak keluar menjadi kolostrum (0,8–1 cc) serta penurunan intensitas nyeri dari kategori berat (skala 7–8) menjadi sedang (skala 5) setelah intervensi selama 2×24 jam. Kombinasi intervensi keperawatan, termasuk pijat oksitosin dan hypnobreastfeeding, berhubungan dengan perbaikan luaran laktasi dan manajemen nyeri. Temuan ini menunjukkan potensi manfaat pendekatan non-farmakologis pada perawatan pasien post sectio caesarea, namun diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan desain analitik untuk menguji efektivitas secara lebih kuat.


