Hubungan Dukungan Sosial Pembina Lapas Dengan Harga Diri Remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.869Keywords:
Dukungan Sosial, Harga Diri, Remaja, Pembina Lapas, LPKAAbstract
Remaja yang menjalani pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) berisiko mengalami permasalahan psikososial, salah satunya penurunan harga diri akibat keterbatasan interaksi sosial dan stigma sebagai anak berkonflik dengan hukum. Dukungan sosial dari pembina lapas menjadi sumber dukungan utama selama proses pembinaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial pembina lapas dengan harga diri remaja laki-laki di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 remaja laki-laki yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan sosial pembina lapas dan kuesioner harga diri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia remaja tengah (15–17 tahun), menerima dukungan sosial pembina lapas pada kategori sedang hingga tinggi, dan memiliki harga diri pada kategori sedang hingga tinggi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial pembina lapas dengan harga diri remaja (p = 0,014). Remaja yang menerima dukungan sosial pembina lapas yang lebih tinggi cenderung memiliki harga diri yang lebih baik. Dukungan sosial pembina lapas berperan penting dalam mempertahankan dan meningkatkan harga diri remaja selama menjalani pembinaan di LPKA. Peran pembina lapas dalam memberikan dukungan emosional, penghargaan, instrumental, dan informasional perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya keperawatan jiwa dalam mendukung kesehatan mental remaja binaan.


