Systematic Literatur Review: Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Dan Status Keluarga Terhadap Kesehatan Reproduksi Wanita Pekerja
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.876Keywords:
Tingkat Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Struktur Keluarga, Kesehatan ReproduksiAbstract
Kesehatan reproduksi mencakup seluruh rentang hidup manusia, dimulai sejak lahir sampai meninggal. Pendekatan siklus hidup digunakan dalam penyelenggaraan kesehatan reproduksi untuk mencapai tujuan yang jelas dan komponen kinerja yang terdefinisi dengan baik, dengan memperhatikan hak-hak reproduksi setiap individu yang terpadu dan dilaksanakan sesuai program layanan yang tersedia. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis, dimana populasi adalah wanita pekerja, Intervensi yaitu tingkat pendidikan tinggi, pendapatan keluarga tinggi, struktur keluarga inti. Comparison adalah tingkat pendidikan rendah, pendapatan keluarga rendah, struktur keluarga besar. Outcome adalah penurunan masalah kesehatan reproduksi pada wanita pekerja. Pencarian data dilakukan secara sistematis melalui basis data elektronik Pubmed, dan SpringerLink dengan kata kunci pencarian adalah: “Education” OR “Education level” AND “Family income” OR “Household income” AND “Structure family” OR “Type family” AND “Reproductive health” OR “Health reproduction” AND “Working women” OR “Women worker” OR “reproductive women”. Artikel yang dipilih adalah artikel full paper yang menggunakan desain studi cross-sectional, dengan karakteristik responden adalah wanita pekerja usia reproduksi (15 - 59 tahun) berstatus wanita pekerja (formal maupun informal). Sebanyak 14 artikel (70%) yang membahas mengenai pengaruh tingkat pendidikan terhadap kesehatan reproduksi wanita. Sebagian besar dari artikel tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan tinggi terhadap kesehatan reproduksi wanita. Sebanyak 13 artikel (65%) yang membahas mengenai pengaruh pendapatan keluarga terhadap kesehatan reproduksi wanita, dan 5 dari 13 artikel menunjukkan responden dengan pendapatan keluarga yang rendah memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk kebutuhan keluarga berencana yang belum terpenuhi dibandingkan responden dengan pendapatan keluarga tinggi. Sebanyak 15 artikel (75%) yang membahas terkait pengaruh struktur keluarga terhadap kesehatan reproduksi wanita. Sebagian besar artikel menyebutkan bahwa wanita yang memiliki struktur keluarga besar atau dengan jumlah anak lahir hidup lebih dari dua anak, lebih mungkin tidak menggunakan kontrasepsi dibandingkan dengan mereka yang memiliki dua anak atau kurang. Tingkat pendidikan tinggi, pendapatan keluarga tinggi, dan struktur keluarga inti dapat menentukan kemampuan wanita untuk memperoleh informasi, menentukan akses pelayanan kesehatan, dan pengambilan keputusan terkait kesehatan reproduksi.


