Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Implan Dengan Kenaikan Berat Badan di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkoh
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.894Keywords:
Kontrasepsi Implan, Lama Penggunaan, Kenaikan Berat Badan, Akseptor KB Implan, Kontrasepsi HormonalAbstract
Latar Belakang: Kenaikan berat badan kerap menjadi keluhan akseptor Keluarga Berencana (KB) implan yang dipicu oleh peran hormon progestin. Dampak dari perubahan berat badan tidak hanya berhubungan dengan aspek fisik saja tetapi juga mempengaruhi kenyamanan dan mengganggu keberlanjutan penggunaan kontrasepsi implan. Tujuan: menganalisis hubungan lama penggunaan kontrasepsi implan dengan kenaikan berat badan di wilayah kerja Puskesmas Pangkoh. Metode: penelitian ini menerapkan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan metode kuantitatif. Populasi studi ini berjumlah 250 akseptor KB implan di wilayah kerja Puskesmas Pangkoh, dengan sampel sebanyak 154 akseptor KB implan menggunakan teknik purposive sampling mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Lembar observasi, timbangan, dan rekam medis digunakan sebagai sarana pengumpulan data penelitian. Uji chi-square digunakan untuk menganalisis data penelitian. Hasil: distribusi responden didominasi oleh kelompok pengguna kontrasepsi implan selama 1 tahun atau lebih, yaitu 98 responden (63,6%), sedangkan kenaikan berat badan ditemukan pada 95 responden (61,7%). Pada kelompok pengguna implan kurang dari 1 tahun, mayoritas tidak mengalami kenaikan berat badan (75,0%). Sebaliknya, pada kelompok pengguna implan 1 tahun atau lebih mayoritas mengalami kenaikan berat badan (82,7%). Melalui uji chi-square diperoleh nilai p <0,001, yang berada di bawah tingkat signifikansi 0,05. Kesimpulan: lama penggunaan kontrasepsi implan berhubungan secara signifikan dengan kenaikan berat badan pada akseptor di wilayah kerja Puskesmas Pangkoh.


