Hubungan Paparan Media Sosial Tentang Makanan Viral Dengan Asupan Dan Status Gizi Pada Remaja Di SMP Negeri 5 Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.933Keywords:
Media Sosial, Makanan Viral, Asupan Gizi, Status Gizi, RemajaAbstract
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami perubahan pola makan akibat paparan informasi di media sosial, termasuk konten makanan viral. Paparan tersebut dapat memengaruhi asupan dan status gizi remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paparan media sosial tentang makanan viral dengan asupan dan status gizi pada remaja di SMP Negeri 5 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 84 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner paparan media sosial, SQ-FFQ, serta pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75,0% responden terpapar media sosial tentang makanan viral, 91,7% memiliki asupan gizi kategori sering, dan 64,3% memiliki status gizi tidak baik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan antara paparan media sosial tentang makanan viral dengan asupan gizi (p-value <0,001) dan status gizi (p-value = 0,004). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara paparan media sosial tentang makanan viral dengan asupan dan status gizi pada remaja di SMP Negeri 5 Pekanbaru. Diharapkan remaja lebih bijak dalam memilih informasi dan makanan yang dikonsumsi.


