Kebiasaan Merokok dan Cuci Tangan sebagai Faktor Risiko Pneumonia Balita di Puskesmas Cempaka Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.937Keywords:
Pneumonia Balita, Kebiasaan Merokok, Mencuci Tangan, Faktor Risiko, Puskesmas CempakaAbstract
Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada balita di dunia. Perilaku anggota keluarga, terutama kebiasaan merokok dan mencuci tangan, berperan penting dalam risiko kejadian pneumonia pada balita. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kebiasaan merokok anggota keluarga dan kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian pneumonia balita di wilayah kerja Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Penelitian menggunakan desain case-control dengan total sampel 69 balita (23 kasus, 46 kontrol) yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan kebiasaan merokok anggota keluarga berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia balita (nilai p sebesar 0,001; Odds Ratio (OR) sebesar 6,175; 95% Confidence Interval (CI) 2,009–18,981), dan kebiasaan mencuci tangan berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia balita (nilai p kurang dari 0,001; OR sebesar 11,455; 95% CI 3,085–42,535). Analisis multivariat menunjukkan kebiasaan mencuci tangan merupakan faktor paling dominan (nilai p sebesar 0,002; OR sebesar 8,871; 95% CI 2,231–35,270), diikuti kebiasaan merokok anggota keluarga (nilai p sebesar 0,017; OR sebesar 4,57; 95% CI 1,32–15,87). Penguatan edukasi cuci tangan pakai sabun dan penciptaan rumah bebas asap rokok perlu menjadi prioritas dalam pencegahan pneumonia balita.


