Pengaruh Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kualitas Pelayanan Di IGD RSUD DR. MM. Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.954Keywords:
Komunikasi Terapeutik, Kualitas Pelayanan, IGDAbstract
Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menuntut kecepatan dan ketepatan tindakan, namun aspek komunikasi sering kali terabaikan. Komunikasi terapeutik yang kurang optimal dapat memicu ketidakpuasan pasien dan menurunkan kualitas pelayanan, mengingat IGD merupakan gerbang utama rumah sakit yang melayani pasien dalam kondisi kritis dan cemas. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik perawat terhadap kualitas pelayanan di IGD RSUD Dr. M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo. Metodologi Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Responden berjumlah 32 perawat yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji statistik untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian dimana mayoritas perawat memiliki komunikasi terapeutik yang baik (59,4%) dengan kualitas pelayanan yang juga terkategori baik (46,9%). Namun, masih ditemukan 40,6% perawat dengan komunikasi terapeutik kurang yang berkontribusi pada rendahnya kualitas pelayanan (31,3%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara komunikasi terapeutik perawat terhadap kualitas pelayanan di IGD.Komunikasi terapeutik berpengaruh nyata terhadap kualitas pelayanan. Perawat yang menerapkan tahapan komunikasi secara terstruktur (orientasi, kerja, dan terminasi) serta menunjukkan empati terbukti meningkatkan kepuasan pasien. Perawat diharapkan dapat meminimalkan penggunaan istilah medis dan lebih peka terhadap kondisi psikologis pasien meskipun dalam situasi gawat darurat.


