Hubungan Budaya Dan Dukungan Suami Dengan Kunjungan K1 Murni Di Wilayah Kerja Puskesmas Bahaur Hilir
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.980Keywords:
K1 Murni, Antenatal Care (ANC), Dukungan Suami, Kehamilan, BudayaAbstract
K1 murni adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan pada usia kurang dari 12 minggu, sebagai kontak pertama ibu hamil dengan tenaga kesehatan untuk mendeteksi secara dini komplikasi pada kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan budaya dan dukungan suami dengan kunjungan K1 murni di wilayah Kerja Puskesmas Bahaur Hilir. Metode penelitian bersifat survey analitik, mengunakan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 65 responden yang dipilih dengan teknik total sampling sesuai dengan krikteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian berupa buku KIA/rekam medis dan kuesioner, yang disusun oleh peneliti untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen (kunjungan K1 murni) dan independen (budaya dan dukungan suami), kemudian data tersebut dilakukan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa cakupan K1 murni sebanyak 46.2%, dengan mayoritas responden memiliki budaya positif sebesar 67.7% dan ibu hamil yang mendapat dukungan suami sebanyak 72.3%. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa budaya (p-value <0,001) dan dukungan suami (p-value <0,001). Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara budaya dan dukungan suami dengan kunjungan K1 murni di Wilayah Kerja Puskesmas Bahaur Hilir. Dari hasil penelitian tersebut, diharapkan Puskesmas dapat membuat inovasi program baru terkait pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil guna mendorong kunjungan kehamilan pertama dengan tepat waktu.


