Hubungan Durasi Tidur dengan Preferensi Makanan pada Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1037Keywords:
Durasi Tidur, Preferensi Makanan, MahasiswaAbstract
Mahasiswa merupakan kelompok rentan yang memiliki preferensi terhadap makanan tinggi energi, lemak, dan gula yang berdampak buruk pada kesehatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi preferensi makanan adalah durasi tidur. Pada penelitian di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta pada tahun 2020 didapatkan sebanyak 77,3% mahasiswa yang mengalami kualitas tidur buruk dan terdapat 90% mahasiswa memiliki durasi tidur rata-rata 5,5 jam sehari. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara durasi tidur dengan preferensi makanan pada mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian merupakan mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, penentuan sampel dengan non-probability sampling dengan metode quota purposive sampling didapatkan sebanyak 110 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan Sleep timing questionnaire dan Food Preference Questionnaire for Adults and Adolescents. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square dan Fisher’s Exact. Pada variabel durasi tidur terdapat 70 responden (63,64%) memiliki durasi tidur pendek dan 40 responden (36,36%) memiliki durasi tidur cukup. Pada variabel preferensi makanan terdapat tingkat suka paling tinggi yaitu pada kelompok makanan tinggi protein sebanyak 100 responden (90,91%) memiliki preferensi makanan tinggi protein dan tingkat suka paling rendah yaitu pada kelompok makanan tinggi energi sebanyak 72 responden (65,45%) memiliki preferensi makanan tinggi energi. Tidak terdapat hubungan signifikan antara durasi tidur dengan preferensi makanan pada mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (p lebih dari 0,05).


