Hubungan Kualitas Tidur, Beban Kerja, dan Shift Kerja dengan Kelelahan Kerja Petugas Damkar di Kota Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1043Keywords:
Kualitas Tidur, Beban Kerja, Shift Kerja, Kelelahan Kerja, Petugas Pemadam KebakaranAbstract
Kelelahan kerja merupakan kondisi menurunnya kemampuan fisik dan mental akibat aktivitas kerja berkepanjangan yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan, menurunkan konsentrasi, dan mengurangi produktivitas. Petugas pemadam kebakaran termasuk kelompok pekerja yang berisiko tinggi mengalami kelelahan karena harus selalu siap siaga dalam melaksanakan tugas pemadaman, penyelamatan, dan penanganan keadaan darurat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas tidur, beban kerja, dan shift kerja dengan kelelahan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 210 petugas dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI), dan Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk (77,1%), beban kerja berat (70,0%), bekerja dengan sistem shift (76,2%), dan mengalami kelelahan kerja berat (72,4%). Uji Chi-Square menunjukkan kualitas tidur tidak berhubungan dengan kelelahan kerja (p = 0,407; OR = 1,37), sedangkan beban kerja dan shift kerja berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja (p < 0,05). Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti dari variabel lain mengenai kelelahan kerja dan bagi tempat kerja agar mengendalikan faktor risiko kelelahan kerja.


