Hubungan Keragaman Pangan Rumah Tangga dengan Stunting Balita di Puskesmas Minggir
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1051Keywords:
Keragaman Pangan Rumah Tangga, HDDS, Stunting, Balita, Tinggi Badan Menurut UmurAbstract
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada balita dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk akses serta keragaman pangan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara keragaman pangan rumah tangga berdasarkan Household Dietary Diversity Score (HDDS) dan kejadian Stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Minggir. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 100 ibu atau pengasuh yang memiliki balita usia 6–59 bulan. Sampel dipilih melalui simple random sampling untuk pemilihan posyandu dan purposive sampling untuk responden. Keragaman pangan rumah tangga diukur menggunakan kuesioner HDDS berdasarkan recall 24 jam, sedangkan status gizi balita ditentukan berdasarkan indikator tinggi atau panjang badan menurut umur. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil menunjukkan 98,0% rumah tangga memiliki HDDS kategori tinggi, sedangkan kategori sedang dan rendah masing-masing 1,0%. Sebanyak 26,0% balita mengalami Stunting. Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p 0,454, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keragaman pangan rumah tangga dan kejadian Stunting. HDDS yang tinggi belum tentu menggambarkan kecukupan porsi dan asupan makanan yang benar-benar dikonsumsi balita.


