Hubungan Pengetahuaan Sikap Ibu dengan Kejadian Diare pada Balita di Puskesmas Payung Sekaki
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1053Keywords:
Pengetahuan, Sikap, Kejadian DiareAbstract
Latar Belakang: Diare merupakan salah satu gangguan kesehatan yang menyerang sistem pencernaan dan ditandai oleh perubahan konsistensi feses menjadi lebih lunak hingga cair, disertai dengan peningkatan frekuensi defekasi sebanyak tiga kali atau lebih dalam satu hari. Kondisi tersebut dapat disertai berbagai manifestasi klinis lainnya, antara lain muntah dan ditemukannya darah dalam feses, serta lebih sering terjadi pada kelompok usia anak. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian diare pada balita. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan observasional analitik. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, pada Juni 2026 dengan jumlah responden sebanyak 86 orang. Data penelitian diperoleh melalui pengisian kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis data dilakukan secara univariat dengan menyajikan distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel yang diteliti.Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 pada tingkat signifikansi α = 0,05. Nilai p-value yang lebih kecil daripada α menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru tahun 2026. Berdasarkan temuan penelitian tersebut, diperlukan edukasi dan penyuluhan kesehatan secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman ibu serta mendorong terbentuknya sikap yang positif dalam menerapkan tindakan pencegahan dan penanganan diare pada balita.


