Hubungan Kualitas Tidur dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi S1 Kebidanan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1055Keywords:
Kualitas Tidur, Siklus Menstruasi, MahasiswiAbstract
Menstruasi merupakan proses fisiologis wanita usia subur yang menjadi indikator kesehatan reproduksi. Kualitas tidur merupakan faktor yang dapat memengaruhi keteraturan siklus menstruasi. Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu produksi melatonin dan keseimbangan hormon estrogen sehingga berpotensi menyebabkan gangguan siklus menstruasi. Data SKI (2023) menunjukkan bahwa 76,7% wanita usia 20–24 tahun memiliki siklus menstruasi teratur, sedangkan 14,4% mengalami siklus tidak teratur. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas tidur dengan siklus menstruasi pada mahasiswi S1 Kebidanan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel berjumlah 89 mahasiswi semester 4 yang dipilih menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan responden dengan kualitas tidur baik sebanyak 19 (21,3%) mengalami siklus menstruasi normal dan 9 (10,1%) tidak normal. Pada responden dengan kualitas tidur buruk, 25 (21,8%) mengalami siklus normal dan 36 (40,4%) tidak normal. Secara keseluruhan, 44 (49,4%) mengalami siklus normal dan 45 (50,6%) tidak normal. Uji Chi-Square menunjukkan p value 0,019 (p<0,05), sehingga terdapat hubungan kualitas tidur dengan siklus menstruasi. Mahasiswi disarankan menjaga pola tidur teratur, mencukupi waktu tidur, mengurangi begadang, dan mencatat siklus menstruasi.


