Pengaruh Edukasi dengan Media Video terhadap Keterampilan Pertolongan Pertama Abrasi pada Siswa Palang Merah Remaja (PMR)
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1057Keywords:
Abrasi, Edukasi, Media Video, Pertolongan Pertama, PMRAbstract
Cedera abrasi (luka lecet) merupakan cedera minor yang sangat sering terjadi di lingkungan sekolah, namun keterampilan siswa dalam melakukan penanganan pertolongan pertama yang tepat masih tergolong rendah, termasuk pada anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang seharusnya menjadi kelompok yang paling siap dan terlatih. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kesehatan berbasis media video terhadap peningkatan keterampilan pertolongan pertama abrasi pada siswa PMR SMP Katolik Santo Paulus Palangka Raya. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental One-Group Pre-test Post-test tanpa kelompok kontrol, dengan melibatkan 30 siswa anggota PMR yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Keterampilan pertolongan pertama diukur menggunakan lembar observasi terstandarisasi yang terdiri atas 9 item indikator penilaian, dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Data dianalisis menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test karena data Pre-test dan Post-test tidak berdistribusi normal. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden (63,3%) memiliki keterampilan kategori kurang dengan rata-rata skor 58,83, sedangkan kategori cukup sebesar 36,7% dan tidak ada responden pada kategori baik. Setelah diberikan edukasi melalui media video, seluruh responden (100%) mengalami peningkatan hingga mencapai kategori baik dengan rata-rata skor 96,33. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = -4,964 dengan p-value < 0,001 (p < 0,05), yang membuktikan adanya pengaruh signifikan edukasi media video terhadap peningkatan keterampilan pertolongan pertama abrasi. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan berbasis media video terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan keterampilan pertolongan pertama abrasi siswa PMR, sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program pembinaan ekstrakurikuler PMR di sekolah menengah.


