Pengaruh Edukasi Bahaya Rokok terhadap Pengetahuan dan Perilaku Orang Tua Balita Terkait Pencegahan ISPA di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pahandut Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1059Keywords:
Balita, Edukasi Bahaya , Rokok, ISPA, Pengetahuan, PerilakuAbstract
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan pada balita. Paparan asap rokok di rumah merupakan salah satu faktor risiko yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan perilaku orang tua dalam melindungi balita. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi bahaya rokok terhadap pengetahuan dan perilaku orang tua balita terkait pencegahan ISPA di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pahandut Palangka Raya. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Sampel berjumlah 40 responden yang dipilih melalui consecutive sampling. Pengetahuan dan perilaku diukur menggunakan kuesioner sebelum serta sesudah edukasi. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum edukasi, pengetahuan kategori baik ditemukan pada 17 responden (42,5%), cukup pada 7 (17,5%), dan kurang pada 16 (40,0%). Setelah edukasi, kategori baik meningkat menjadi 24 responden (60,0%), cukup 10 (25,0%), dan kurang menurun menjadi 6 (15,0%). Perilaku sebelum edukasi didominasi kategori kurang sebanyak 35 responden (87,5%), sedangkan setelah edukasi didominasi kategori cukup sebanyak 32 responden (80,0%). Edukasi berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan (Z=−4,066; p<0,001) dan perilaku (Z=−5,304; p<0,001). Edukasi bahaya rokok efektif meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki perilaku pencegahan ISPA. Edukasi berkelanjutan serta keterlibatan anggota keluarga yang merokok diperlukan untuk mewujudkan rumah bebas asap rokok.


