Pengaruh Pijat Tui Na terhadap Nafsu Makan Balita Usia 2–3 Tahun
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1091Keywords:
Pijat Tui Na, Nafsu Makan, BalitaAbstract
Latar Belakang: Nafsu makan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita. Penurunan nafsu makan yang berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko gangguan status gizi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan nafsu makan balita adalah pijat Tui Na.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat Tui Na terhadap nafsu makan pada balita usia 2–3 tahun di Mom Aw Home Care Kabupaten Pati. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan quasi-experimental menggunakan desain one-group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 28 balita usia 2–3 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Nafsu makan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Child Eating Behaviour Questionnaire (CEBQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas balita memiliki skor nafsu makan pada rentang 78–84 sebanyak 25 responden (89,3%), sedangkan setelah intervensi sebanyak 26 responden (92,9%) memiliki skor pada rentang 85–127. Nilai rata-rata skor nafsu makan meningkat dari 82,46 sebelum intervensi menjadi 119,25 setelah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai Z = -4,690 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) kurang dari 0,001 (p kurang dari 0,05),sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara nafsu makan sebelum dan sesudah intervensi.Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa pijat Tui Na berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan nafsu makan pada balita usia 2–3 tahun di Mom Aw Home Care Kabupaten Pati.


