Faktor-Faktor Kejadian Ikterus Neonatus di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kabupaten Kotabaru
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.566Keywords:
Berat Badan Lahir, Ikterus Neonatus, Jenis Persalinan, Usia KehamilanAbstract
Latar Belakang: Ikterus neonatus merupakan gangguan kesehatan yang kerap muncul pada bayi baru lahir. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani secara tepat. Berdasarkan data di RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kabupaten Kotabaru, jumlah kasus ikterus pada neonatus mengalami peningkatan, dari 15 kasus (2,08%) pada tahun 2021 menjadi 30 kasus (3,02%) pada tahun 2022. Tujuan: Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan timbulnya ikterus pada bayi baru lahir. Metode: Penelitian menggunakan rancangan case-control dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 60 responden, yakni 30 bayi pada kelompok kasus dan 30 bayi pada kelompok kontrol. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara usia kehamilan (p=0,001), jenis persalinan (p=0,000), serta berat badan lahir (p=0,000) dengan terjadinya ikterus neonatus. Sementara itu, faktor infeksi (p=0,233) tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa usia kehamilan, cara persalinan, dan berat lahir bayi merupakan faktor dominan yang memengaruhi kejadian ikterus pada neonatus. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu diarahkan pada skrining faktor risiko sejak dini serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi untuk menurunkan angka kejadian ikterus neonatus.


