Hubungan Pemakaian Alat Kontrasepsi Hormonal Dengan Kejadian Servisitis Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kertak Hanyar Tahun 2022 - 2024
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.571Keywords:
Kontrasepsi Hormonal, Servisitis, Wanita Usia SuburAbstract
Latar Belakang: Kalimantan Selatan tahun 2021 s/d 2024 menunjukkan bahwa Kabupaten Banjar mengalami kenaikan kasus servisitis sebesar 6%, dengan rincian tahun 2021 sebesar 26,6% ditahun 2024 menjadi 31,6%. Puskesmas Kertak Hanyar Tahun 2021, 248 orang yang diperiksa IVA 30 orang (12 %) mengalami servisitis. Tahun 2022 - 2024 sebanyak 273 orang diperiksa IVA dimana diantaranya mengalami servisitis 93 orang (34%). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Pemakaian Alat Kontrasepsi Hormonal dengan Kejadian Servisitis diwilayah kerja UPTD Puskesmas Kertak Hanyar Tahun 2022 – 2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Populasi penelitian adalah wanita usia subur sebagai akseptor KB yang diperiksa IVA pada Tahun 2022-2024 sejumlah 273 orang. Sampel 186 orang yang dibagi menjadi kelompok kasus dan kontrol masing-masing 93 orang. Sampel diambil menggunakan teknik system random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Jumlah akseptor KB yang memakai KB hormonal 130 orang (86,9%), sebanyak 88 orang (94,6%) mengalami servisitis dan 42 orang (45,2%) tidak mengalami servisitis, sedangkan memakai KB non hormonal 56 orang didapat 5 orang (5,4 %) mengalami servisitis, dan 51 orang (54,8%) tidak mengalami servisitis. Hasil uji chi square menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (< 0,05) ada hubungan pemakaian alat kontrasepsi hormonal dengan kejadian servisitis. Simpulan: Ada hubungan pemakaian alat kontrasepsi hormonal dengan kejadian servisitis di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kertak Hanyar Tahun 2022 -2024. Disarankan lebih meningkatkan edukasi mengenai KB dan tetap melakukan skrining servisitis secara rutin


